Kesejahteraan Satwa


Lemahnya penegakan hukum terhadap satwa domestik di Indonesia menimbulkan banyak polemik di sisi hilir. Mulai dari pembiakan, perdagangan, pemeliharaan sampai balik lagi ke pembiakan dan terus berulang2.

Dari perputaran yang terus menerus tanpa adanya pengendalian tentunya membuat populasi satwa domestik akhirnya berubah menjadi wabah. Satwa domestik seperti anjing, kucing dan kera akhirnya masuk dalam kategori Hewan Potensi Rabies, yang ketika suatu saat ada korban mereka harus dibasmi.

Dari sisi hulu, banyak aturan sudah tidak relevan lagi diterapkan, implementasi di lapangan pun ajrut-ajrutan, bahkan jadi bahan tertawaan jika ada warga laporan tentang anjingnya yang diracun orang. Tak jarang, kasus satwa bisa merembet bukan lagi ke satwa nya, tapi merusak hubungan orang per orang dan memicu laporan pidana.

Sampai akhirnya, hari ini kami mengapresiasi rekan2 Garda Satwa Indonesia, Animal Defenders Indonesia, Pekanbaru Doglovers dan KOPAS yang melibatkan Yayasan Pencinta Satwa Jakarta untuk turut memberikan masukan ke bapak2 dewan yang sedang melakukan revisi terhadap UU Perlindungan Satwa. Dan ini yang kami tunggu, yakni memasukkan pasal2 dan aturan tentang satwa domestik dalam RUU tersebut.

Inilah kesempatan emas bagi kita untuk memberikan usulan tentang penataan ulang sistem perlindungan satwa domestik di Indonesia. Dari Undang-Undang turun ke Peraturan Pemerintah, turun lagi ke Peraturan Menteri sampai ke 470 Peraturan Daerah.

Ya mudah2an saja dengan adanya pasal tentang:
1. Daging layak edar yang bersertifikasi, bisa menutup kios / pasar yang menjual daging anjing dan menghilangkan kebiasaan makan anjing, kucing, monyet di masyarakat.
2. Close Loop Animal Control, bisa meminimalisir penyelundupan hewan peliharaan dari daerah ke daerah dan dasar bagi Pemda2 untuk membentuk Tim Pengendalian dan Pengawasan Satwa yang profesional di 497 Kabupaten/ Kota.
3. Sanksi hukum berupa denda dan kurungan, bisa meminimalisir penyiksaan terhadap hewan sampai dengan penelantaran.

Pada kesempatan ini kami mengajak rekan2 pencinta satwa, khususnya satwa domestik (anjing, kucing, kera) yang masuk kategori Hewan Potensi Rabies, untuk memberikan masukan via email : yovist@ypsj.or.id / info@ypsj.or.id agar bisa kami usulkan bersama ke tim legislasi agar Undang-Undang ini lebih sempurna dan ideal untuk meningkatkan kesejahteraan satwa di Indonesia.